Postingan

Kau

Waktu itu si gemulai di tepi pantai Menanti senja dan menari dalam siluet Saat mentari bosan menatapnya, dia masih menari dengan ria Tarian itu mengukir nama cantiknya di atas pasir Hingga sang purnama datang Mereka tersenyum bersama sepanjang peradaban Malang, 2019

SURAT UNTUK KORUPTOR

Gambar
Akan kami titipkan angan ini untuk asa Ya kami ! Kami yang lelah ! Kami yang kian kusam dan terkikis ! Kami yang bertekuk lutut pada jembatan. Katakanlah yang mulia ! Pemilik kepercayaan besar kami. Sudah berapa puluh tahun kami  memohon ? Lewat surat, syair, dan narasi. Kami memberimu julukan tikus kantor Tikus memang suka mencuri, ah habitatnya terlalu jauh. Kucing ? Ah dia lembut, toh kalau diberi makan tak akan mencuri Anjing !? Ah dia juga setia, kalau setia tak akan mencuri. Koruptor ! Kau lebih rendah dari itu ! Sedikit saja kami berharap Berikan sedikit kepedulianmu ! Dengarlah jeritan tangis, kekecewaan, dan keringat di belakangmu ! Tidakkah itu menggetarkan sedikit nuranimu ? Malang, 2019

Ratapan senja

Gambar
Kala senja bersiap melukis kesempurnaan Ilahi Dari dalam sanubarimu yang tak henti merangkai rindu Perjalanan panjang ini mengikat kita Menjadi suatu janji yang enggan terlelap dalam lara Tersenyumlah kekasih Tinggalkan kemukus pada merahnya tuan Agar kau dapat menancapkan mimpi pada naungan perih Ombak di tepi pantai akan mendamaikan citamu Hingga bibir manismu merekah dalam kalbuku Malang, 2019

Debur Damai Yang Mengalun

Gambar
Bentangan alam indah dalam tatap yang damai Jauh lepas mata memandang,damai itu dekat tercurah dalam kata sajak yang beruntai Merangkum cerita batin yang lelah dalam jerit Hati laksana memuntir bayang masa lalu Mengajak sepi menepi dari jiwa yang sunyi Guratan raut menutup wajah penuh pilu Angan menanti damai dalam irama yang merdu Garis-garis kemukus menggantung indah Cakrawala membias abadinya damai Disana menggayut impian sejuta gairah Debur damai mengalun syahdu dalam ilusi Tawa kian riang mengulum damai dan bahagia Impian menapak jejak hati yang mimpi Gubahan alam memberi harapan esok ceria Diri melangkah jauh dari tangis dan duri Menanti debur damain yang mengalun Perlahan menuju pantai bahagia ( Father )